ANOAPRESS.COM- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe terus gencar menggelar Bimtek dan Simulasi pemanfaatan web BIOPORTAL dan web Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk para kepala sekolah dan proktor AN di seluruh wilayah Kabupaten Konawe.

Sebelumnya, Dikbud Konawe telah melaksanakan Bimtek untuk sekolah yang masuk dalam zona 1, 2, dan 3 pada hari Sabtu dan Minggu. Pada Selasa, 24 September, Bimtek dilanjutkan untuk sekolah yang masuk dalam zona 5, 6, dan 7.
Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Konawe, Risaldin, S.Pd, M.Pd, mengatakan kegiatan Bimtek bertujuan untuk menginstal aplikasi, melakukan sinkronisasi data peserta AN siswa kelas 5 SD dan guru-guru kepala sekolah, serta mempersiapkan pelaksanaan AN dan survei lingkungan belajar (sulingjar).

“Saya berharap para Kepsek dan proktornya fokus untuk menyukseskan pelaksanaan AN sehingga nilai rapor mutu pendidikan satdik jenjang SD se kabupaten Konawe ada delta kenaikan, karena rapor pendidikan inilah yang akan menjadi acuan satdik, Pemda, dan pusat dalam memotret keadaan satdik di daerah.” Harap Risaldin.
Risaldin juga menekankan pentingnya Kepala Sekolah dalam melakukan penganggaran agar mengacu pada perencanaan berbasis data (PBD) yang berdasarkan hasil rapor mutu pendidikan setelah pelaksanaan asesmen nasional.
Ia menjelaskan bahwa ANBK merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) dan sulingjar sebagai pengganti instrumen evaluasi diri sekolah (EDS).

Dikbud Konawe mencatat bahwa hasil ANBK tahun 2023 telah dirilis di bulan April 2024, dan beberapa Satdik telah mendapatkan reward dari pemerintah sebagai sekolah yang dinilai berkinerja baik, berupa bantuan dana BOSP kinerja atau BOSKIN.
“Alhamdulillah kabupaten Konawe untuk hasil ANBK tahun 2023 datanya telah dirilis dibulan April 2024 dan ada delta kenaikan sehingga ada beberapa satdik yg mendapatkan reward oleh pemerintah sebagai sekolah yang dinilai berkinerja baik yakni bantuan dana BOSP kinerja atau BOSKIN.” Ujarnya
Tetapi ia akui terdapat beberapa kendala yang dihadapi, masih ada beberapa Satdik yang perlu dibantu perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa laptop, Chromebook, termasuk kendala jaringan internet, dan sumber daya listrik untuk Satdik yang berada di daerah 3T seperti Routa, Latoma, dan Saponda.
“Dikbud Konawe berharap agar Pemda Konawe dapat mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk bantuan TIK bagi Satdik yang belum ada, sehingga rapor mutu Satdik dan rapor mutu daerah dapat memuaskan.” Tutupnya.
Dengan bimtek dan simulasi yang dilakukan secara bertahap di seluruh zona di Kabupaten Konawe, Dikbud Konawe menunjukkan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan ANBK dan sulingjar, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Konawe.
Laporan:Redaksi













