” Jadi ada putusan pengadilan yang sudah inkra yang ancaman hukumannya cukup 5 tahun, kalau kita baca,……..
Unaaha, Anoapress.com – Demontrasi terkait tahapan rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang dilakukan oleh konsorsium NGO dan aktivis, Bawaslu Konawe angkat bicara.
Dihadapan para massa aksi Cipayung Plus, Indra Eka Putra, menceritakan kronologi pemicu eks Panwascam demo Bawaslu Konawe pada hari kamis 20 Oktober 2022 kemarin.

Kata Indra Eka Putra, pada pemilu 2018-2019, Aljumatul adalah salah satu panwascam dikecamatan Abuki dengan jabatan Ketua Panwas.
Dalam perjalanan, Aljumatul sebagai ketua panwascam Abuki, dirinya tersandung kasus 303 ayat 1 ke 3, ada ancaman pidananya, ada putusan pengadilannya, dan kami komisioner waktu itu memberikan solusi agar dirinya mengajukan pengunduran diri.
” Seharusnya dia kami pecat, tetapi dikarenakan dia seorang teman saat itu kami sampaikan, Aljum kamu harus mengundurkan diri biar kami PAW Kamu, siapa tau kamu akan mendaftar ditempat lain, asalkan jangan di panwaslu kembali karena itu sama saja menjilat ludah kembali, dan kami PAW dia” cerita Indra Eka.
Setelah terbuka tahapan pendaftaran Panwascam tahun 2022, dirinya (Aljumatul) menghubungi ketua Bawaslu Konawe melalui whatapp untuk masuk seleksi panwascam dikecamatan Abuki.
” Pak Ketua Saya akan Mendaftar Kembali,”
Sebagai Ketua lembaga Bawaslu tidak mungkin melarang karena itu hak semua warga negara, Whatsapp pak ketua dia artikan pengaminan lulus pada rekrutmen panwascam.

Indra melanjutkan, seiring pendaftaran kami mengajak dialog disini saat dia datang kami sudah sampaikan agar dia kembali membuka pasal 117 ayat 1 huruf L yang menyatakan dilarang mendaftar sebagai anggota Panwaslu orang yang diputuskan melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun atau lebih.
“Jadi ada putusan pengadilan yang sudah inkra yang ancaman hukumannya cukup 5 tahun, kalau kita baca, tidak peduli mau 5 bulan karena ini huruf L putusannya adalah yang diancam saja 5 tahun atau lebih, jadi mau 4 bulan yang penting sudah inkra apalagi saat itu dia berstatus panwascam jadi tidak boleh”. Terang Indra Eka.
Kemudian kata Indra Eka Putra, kenapa dia di loloskan waktu tahap pendaftaran ?
Indra Eka Putra menjelaskan dalam tahap seleksi administrasi, panitia hanya mengecek kelengkapan berkas sebagai syarat lulus tidaknya para pendaftar, belum masuk tahap memeriksa keabsahan dan kebenaran administrasi dan tahap ini (kebenaran administrasi) akan dilakukan pada saat klarifikasi yaitu Tes wawancara.
Indra melanjutkan pada hari rabu, tanggal 19 Oktober 2022, Bawaslu Konawe menggelar pelaksanaan tes wawancara bagi para peserta rekrutmen calon panwascam.
“Pagi jam 09.00 dia datang langsung ketemu Pak Rahmad, dan namanya teman dialog mengalir dan disarankan untuk mengecek kembali bukan dalam kontek apapun juga, saya datang dan berbicara Aljum andakan peserta seharusnya berada diluar, dia bertanya kesaya bang bagaimana mi saya ini, saya pun sebagai teman menjawab kamu periksalah dulu putusanmu, jangan dipaksakan, itu dialog yang mengalir dan tidak ada satupun pernyataan yang menyuruh dia untuk mundur, dia punya hak untuk ikut tes wawancara, tapi kemudian dipelintir bahwa dia disuruh mundur,”
Kemudian Aljumatul bertemu dan berbicara dengan Ketua Bawaslu.Dan keterangan ketua Bawaslu pun sama terkait dengan putusan pengadilan tersebut.
“Kalau begitu tidak usah saya ikut tes, karena tidak akan lulus, saya malu bang kalau tidak lulus, kemudian dia keluar dan bicara baik semua orang punya cela, sukses selalu bang.” Ungkapnya.
Kata Indra, sampai saat ini, yang bersangkutan masih peserta Tes Wawancara, hanya saja jadwal tesnya sudah lewat.” kalaupun dia menghadap ke Bawaslu Provinsi untuk dijadwalkan ulang tes wawancara kami akan pasilitasi jadi jangan ada narasi dia digugurkan,” terang Indra Eka Putra.
Adapun terkait kecamatan Asinua yang peserta ujiannya mempunyai nilai tes sama, kata Indra ada ketentuan 346 keputusan Ketua Bawaslu RI yang mengatakan jika ada nilai yang sama akan dilihat point terkait pengalaman kepemiluan.
Sementara yang mereka persoalkan ketika kita buka saudara Imran memiliki pengalaman pemilu itu 5 kali setiap point adalah1,5 dan dijumlahkan mrnjadi 7,5 sedangkan H memiliki nilai 6 dari hasil seleksi administrasi.
” Saya sangat kecewa dengan teman-teman, senior sebahagian seharusnya bisa meneduhkan, saya akui teman-teman kecewa tapi saya pastikan ini inilah jalan yang absah”tutupnya.













